Jumat, 05 Mei 2017
Sayang di buang
*RINDU*
Ada rindu yang menguar dan puluhan rasa yang tertahan
Tak ada lagi suara meriam yang memenuhi memoar
Hanya debam jendela yang menggerogoti kenangan lama
Kau, aku, dan sepucuk surat itu
Bertumpuk, berdebu, lalu menjadi abu
Lalu, apa makna goresan tinta itu,
Jika pada akhirnya tak akan ada lagi celah untuk merindu?
Jombang, 090417
__khoirunnisa__
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hi!
hai! Lama sekali aku tak mengunjungi blog milikku sendiri. Aku hampir lupa kalau aku punya akun ini. Waktu sudah lama berlalu, aku sekaran...
-
♡Robusta♡ Lamat lamat aku melihat kenangan itu, dalam secangkir kopi hitam yang pernah kau sesap__ 'sedikit manis dan jangan pahit...
-
“Kenapa penyesalan selalu ada di belakang? Sebab dengan demikian manusia belajar dari kesalahan yang telah diperbuatnya. Belajar bahwa...
-
Sleeping Buddha on Vacation Are you a traveller, guys? If you like...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar